Tarif Impor AS 32% Bikin Waswas, Neraca Dagang RI Terancam Defisit

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 04 April 2025 13:20 WIB
Dampak Tarif Impor AS pada Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

3. Kenapa AS Tetapkan Tarif Resiprokal

Tauhid menduga bahwa AS melihat perlunya penerapan tarif resiprokal, yang bukan hanya soal tarif itu sendiri, tetapi juga hambatan non-tarif yang dihitung sebagai biaya besar. Ia menyoroti beberapa komoditas seperti alkohol dan bahan kimia yang menurutnya perlu ditinjau ulang.

"Dan saya kira memang harus dicermati resiprokal tarif ini, kalau saya baca detail sebenarnya bukan semata-mata tarifnya tapi non tarif yang kemudian dihitung sebagai cost biaya yang cukup besar," kata Tauhid.

Dia juga menyoroti perbedaan tarif yang diterapkan kedua negara pada beberapa produk. Misalnya, tarif impor pakaian dari AS ke Indonesia sebesar 12,7%, sementara tarif impor pakaian dari Indonesia ke AS hanya 1,7%. Namun, untuk ekspor produk lain, Indonesia dikenakan tarif 4,8%, sementara impor dari AS hanya 0,1%. 

"Jadi untuk beberapa produk memang saling besar tarif itu berbeda, ini yang kemudian kita harus ulik lagi komponen tarif pada masing-masing produk," ungkap Tauhid.

Tauhid menilai bahwa kebijakan ini merupakan bentuk proteksionisme AS terhadap defisit perdagangan mereka yang besar dengan Indonesia, yang mencakup produk makanan, karet, alas kaki, bahan kimia, kayu, hingga CPO.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya