Sementara itu, Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto menerangkan bahwa titik berat dari pemugaran ini adalah menjamin setiap hunian di area Menteng Tenggulun sanggup mencapai kriteria rumah yang sehat.
“Kami memperbaiki dari aspek sanitasi, pencahayaan, dan atap rumah. Program gentengisasi ini mengikuti arahan Bapak Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama,” ujar Teguh.
Dia mengungkapkan terdapat lebih dari 50 arsitek di bawah naungan IAI Jakarta yang bersedia turun tangan secara sukarela (pro bono) untuk menyusun perencanaan serta desain wilayah tersebut. Para profesional ini berkontribusi merumuskan konsep tata ruang, rancangan hunian, hingga memperindah estetika gang demi menciptakan lingkungan yang lebih higienis sekaligus bernilai ekonomi.
Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program gentengisasi sebagai upaya mempercantik estetika permukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian rakyat di seluruh pelosok negeri. Ditargetkan dengan adanya program ini Indonesia ditargetkan bebas atap seng dalam 3 tahun.
Adapun program gentengnisasi ini diungkapkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Proyek Gentengisasi merupakan pilar utama dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)