JAKARTA - Program gentengisasi Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai. Sebanyak 52 rumah di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat jadi percontohan program gentengisasi sebagai upaya membenahi kawasan padat permukiman.
"Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM yang rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” ucap Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Inisiatif ini merupakan tahapan mula dalam rangka mengentaskan rumah-rumah yang tak layak huni, mengoptimalkan fasilitas sanitasi, sekaligus mendongkrak denyut perekonomian masyarakat sekitar lewat pemberdayaan UMKM.
Sri menuturkan soal proyek penataan di Menteng Tenggulun ini terwujud berkat sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian PKP, Pemprov DKI Jakarta, kalangan perbankan, pengelola dana CSR, sampai Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.
Lebih lanjut, Sri menjelaskan total anggaran yang dibutuhkan untuk menyukseskan agenda ini masih dalam tahap kalkulasi, kendati perkiraan awalnya menyentuh angka Rp5 miliar yang sepenuhnya ditarik dari dana CSR. Proses pengerjaan fisiknya diagendakan bergulir pasca-Lebaran tahun 2026, dan diproyeksikan rampung secara bertahap pada rentang bulan Juni sampai Juli 2026.
“Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi," kata dia.
Sri menambahkan bahwa tidak sekadar membedah fisik rumah warga, pembenahan ini turut menyasar pemugaran akses gang dan merintis destinasi wisata kuliner yang digerakkan oleh UMKM setempat. Nantinya, Menteng Tenggulun yang sering diidentikkan sebagai permukiman padat di jantung kawasan elit Menteng tersebut, bakal dicanangkan sebagai percontohan.
Sementara itu, Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto menerangkan bahwa titik berat dari pemugaran ini adalah menjamin setiap hunian di area Menteng Tenggulun sanggup mencapai kriteria rumah yang sehat.
“Kami memperbaiki dari aspek sanitasi, pencahayaan, dan atap rumah. Program gentengisasi ini mengikuti arahan Bapak Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama,” ujar Teguh.
Dia mengungkapkan terdapat lebih dari 50 arsitek di bawah naungan IAI Jakarta yang bersedia turun tangan secara sukarela (pro bono) untuk menyusun perencanaan serta desain wilayah tersebut. Para profesional ini berkontribusi merumuskan konsep tata ruang, rancangan hunian, hingga memperindah estetika gang demi menciptakan lingkungan yang lebih higienis sekaligus bernilai ekonomi.
Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program gentengisasi sebagai upaya mempercantik estetika permukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian rakyat di seluruh pelosok negeri. Ditargetkan dengan adanya program ini Indonesia ditargetkan bebas atap seng dalam 3 tahun.
Adapun program gentengnisasi ini diungkapkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Proyek Gentengisasi merupakan pilar utama dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)