JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam memprediksi harga emas global akan terus naik di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Saat ini perang merika Serikat (AS) dan Israel vs Iran masih terjadi.
Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, perang dan ketegangan geopolitik secara historis memang mempengaruhi pergerakan harga komoditas.
Berbagai kebijakan ekonomi global turut mendorong masyarakat dunia untuk mengalihkan aset ke emas. Sebab, emas dinilai tetap menjadi instrumen investasi aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global.
Menurut dia, selama konflik masih berlangsung, tren kenaikan harga emas global berpotensi berlanjut.
“Karena itu memang sekarang ini kita bisa melihat bahwa harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada, karena bagaimanapun namanya perang itu pasti akan mempengaruhi harga-harga komoditas,” katanya di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Namun, dirinya tidak dapat memastikan seberapa signifikan konflik global akan mempengaruhi harga emas di dalam negeri ke depan.
Sementara itu, dari sisi produksi, Antam memastikan terus mengoptimalkan produksi dan pasokan bahan baku dari sumber domestik.
“Karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri,” ujarnya.
Antam juga berupaya memastikan ketersediaan stok emas bagi konsumen di tengah tingginya permintaan. Wisnu menyebut perusahaan sedang dalam proses meningkatkan produksi dan memperbanyak pasokan bahan baku agar setiap permintaan dapat terpenuhi.