Sebaliknya, jika minyak dari wilayah Indonesia justru dijual ke luar negeri, Indonesia akan mengalami kerugian. Negara harus membeli kembali minyak dari pasar internasional dengan harga lebih mahal, sementara minyak yang berasal dari dalam negeri justru dinikmati oleh negara lain.
“Ini ibarat kita punya hasil kebun sendiri tetapi justru dijual keluar, lalu kita membeli kembali dari luar dengan harga lebih mahal. Ini jelas tidak sehat bagi ketahanan energi nasional,” ujar Sofyano.
Karena itu, Sofyano berharap pemerintah segera memperkuat regulasi agar minyak hasil produksi KKKS diprioritaskan untuk kebutuhan nasional melalui Pertamina.
(Feby Novalius)