Curhat Purbaya Dimaki-maki Warganet di TikTok Gara-Gara Rupiah Anjlok Rp17.000 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 11 Maret 2026 16:24 WIB
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons fenomena fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah tekanan global akibat eskalasi konflik antara Israel-AS dengan Iran, Purbaya menegaskan bahwa kondisi nilai tukar domestik masih dalam batas yang terkendali.

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah merupakan dampak dari tren penguatan dolar AS secara global, namun posisi Indonesia diklaim masih memiliki daya tahan yang kuat.

"Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara peers (sebanding). Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data paparan Purbaya, rupiah hanya mengalami depresiasi sebesar 0,3 persen sejak rudal diluncurkan ke Iran pada 28 Februari 2026. 

Angka ini dinilai jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara tetangga di Asia Tenggara pada periode yang sama.

Sebagai perbandingan, Ringgit Malaysia melemah 0,5 persen dan Baht Thailand terdepresiasi lebih dalam hingga 1,6 persen.

"Jadi, kita masih lumayan. Jadi bukan lihat level (kursnya) saja, tetapi kita lihat seberapa besar dampak pelemahannya. Dari situ, posisi kita masih lumayan," tegas Purbaya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya