Sebagai langkah konkret tambahan, Prabowo mengungkapkan rencana untuk menempatkan utusan khusus di setiap BUMN. Menurutnya, keberadaan utusan ini penting untuk memantau langsung kinerja dan integritas pengelolaan BUMN.
“Di samping itu pun saya telah menunjuk utusan-utusan khusus Presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola,” ujarnya.
Prabowo mengibaratkan kekayaan negara yang dikelola BUMN sebagai "darah" yang menopang kehidupan bangsa. Oleh karena itu, segala bentuk penyalahgunaan atau kebocoran anggaran harus dihentikan demi keberlangsungan ekonomi nasional.
“Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” ujarnya.
Meski menyadari tantangan besar dalam mengelola aset negara di tengah situasi global yang tidak menentu, Prabowo tetap optimistis. Prabowo mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan bekerja keras dalam menghadapi setiap krisis yang muncul.
“Masa depan kita kuat, masa depan kita cerah, krisis kita hadapi dengan gagah, krisis adalah peluang. Kita bersatu, kita rukun, kita kerja keras,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)