JAKARTA - Harga minyak dunia kembali naik dan tembus USD113 per barel pada perdagangan Senin (23/3/2026). Harga minyak dunia naik usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Iran saling mengancam imbas Selat Hormuz.
AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam. Sementara, Iran mengancam balik akan menyerang fasilitas energi AS-Israel. Ancaman ini membuat konflik Timur Tengah makin memanas.
Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik USD1,01 atau 0,90% menjadi USD113,20 per barel pada pukul 22.04 GMT, setelah sebelumnya ditutup di level tertinggi sejak Juli 2022 pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi USD98,85 per barel, naik 62 sen atau 0,63%, melanjutkan kenaikan 2,27% pada sesi sebelumnya.
Lalu bagaimana dengan harga BBM di Indonesia saat ini?
Meski harga minyak dunia naik di atas USD100 per barel, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemerintah akan menyerap tekanan harga minyak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Tidak (BBM subsidi naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti seperti negara-negara lain, orang-orang bisa panik," ujar Purbaya, Kamis (19/3/2026).
Berikut ini Okezone rangkum harga BBM di Indonesia yang berlaku Maret 2026:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green: Rp12.900 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
- Shell Super: Rp12.390 per liter
- V-Power: -
- V-Power Nitro+: -
- V-Power Diesel Rp14.620 per liter
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
- Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Revvo 95: Rp12.930 per liter
- Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter
(Dani Jumadil Akhir)