Di sisi lain, Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi memproyeksikan IHSG akan cenderung bergerak menyamping (sideways) di rentang 6.745 hingga 7.323.
Sentimen utama masih didominasi oleh bayang-bayang konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan de-eskalasi. Deadlock negosiasi ini telah mendongkrak harga minyak mentah ke level USD99 per barel dan harga batu bara menembus USD140 per ton.
"Pasar akan mencari sinyal apakah The Fed akan tetap pada jalur kebijakan yang hati-hati atau justru membuka ruang pengetatan lebih lanjut, yang dapat memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko, termasuk emerging markets seperti Indonesia," ujar Imam dalam analisisnya.
(Dani Jumadil Akhir)