Buruh Ungkap Ada Sinyal PHK Besar-besaran 3 Bulan Lagi

Tangguh Yudha, Jurnalis
Selasa 07 April 2026 12:52 WIB
Buruh Ungkap Ada Sinyal PHK Besar-besaran 3 Bulan Lagi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan, akan ada gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran dalam tiga bulan ke depan. PHK ini dipicu dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Sebab, perang tersebut mulai memberi tekanan terhadap sektor industri nasional melalui kenaikan biaya energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan industri.

Hal ini menurut Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal, lonjakan harga energi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi perusahaan sehingga mendorong langkah efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

"PHK itu bukan lagi ancaman, tapi sudah di depan mata. Banyak perusahaan sudah memberi sinyal akan melakukan efisiensi," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, tekanan biaya produksi akibat situasi global dapat mempersempit ruang gerak industri nasional, terutama sektor manufaktur yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja di berbagai sektor.

 

Selain faktor energi akibat konflik internasional, Said Iqbal juga menyoroti kebijakan impor yang dinilai berpotensi menekan penyerapan tenaga kerja domestik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masuknya kendaraan impor dari luar negeri yang dianggap mengurangi peluang produksi di dalam negeri.

Dia menjelaskan, apabila produksi dilakukan di Indonesia, maka rantai pasok industri dapat menyerap puluhan ribu tenaga kerja mulai dari sektor komponen, logistik, hingga distribusi, namun jika Pemerintah memilih untuk melakukan impor langsung dari luar negeri, maka ancaman hilangnya pekerjaan semakin nyata.

“Ini bukan sekadar soal harga lebih murah. Ini soal hilangnya lapangan kerja,” tegas Said Iqbal.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya