Rugi Rp1,8 Triliun, Wijaya Karya Bakal Ditarik dari Proyek Kereta Cepat Whoosh

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Selasa 07 April 2026 17:44 WIB
Kerugian PT Wijaya Karya (WIKA) sebesar Rp1,8 triliun dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
Share :

JAKARTA — Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menanggapi kerugian PT Wijaya Karya (WIKA) sebesar Rp1,8 triliun dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurutnya, BP BUMN tengah menuntaskan masalah tersebut agar WIKA kembali fokus pada bisnis intinya, dan ke depan perusahaan tidak akan lagi terlibat dalam operasional kereta cepat.

“Iya, itu salah satu contohnya. Jadi yang lama kita bereskan. Mereka tidak akan lagi terlibat di kereta api karena tidak in-line dengan bisnis mereka,” kata Dony kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Terkait nasib BUMN yang tergabung dalam konsorsium Whoosh, pemerintah ingin menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Skema yang sedang disusun bertujuan untuk mengembalikan porsi setiap BUMN sesuai bidang keahliannya.

Dony mencontohkan, WIKA yang sejatinya adalah perusahaan konstruksi akan dikembalikan fokusnya sebagai kontraktor. Langkah itu dilakukan satu per satu untuk memastikan setiap BUMN yang terlibat dalam sinergi tersebut kembali pada porsi yang tepat.

“Kita kembalikan ke porsinya. Misalnya, WIKA memang bukan bidangnya di situ, maka fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita ingin semua yang diselesaikan itu tuntas,” ujar dia.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya