Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Machmud menyebut Stelina sebagai sistem kolaboratif berbasis interoperabilitas antarsistem yang menghasilkan teknologi QR code untuk memperkuat integrasi data dari hulu hingga hilir.
Ia menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan setiap tahapan perjalanan ikan, mulai dari hasil budidaya atau tangkapan hingga sampai ke konsumen, tercatat secara transparan.
Pengembangan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk perikanan Indonesia.
“Sistem ini juga menepis isu bahwa produk perikanan Indonesia berasal dari praktik penangkapan ilegal atau diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” kata Machmud.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam menjalankan program ekonomi biru untuk menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkahnya adalah memastikan kegiatan penangkapan dan budidaya perikanan dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
(Feby Novalius)