“Permintaan terus meningkat, sehingga kami terus menambah kapasitas produksi,” ujarnya.
Seiring dengan peningkatan skala usaha yang didukung oleh akses permodalan tersebut, tantangan baru pun mulai dihadapi, terutama dalam hal pemasaran. Produksi susu segar yang meningkat signifikan belum sepenuhnya diimbangi dengan daya serap pasar.
Menjawab kondisi tersebut, Dwi memanfaatkan momentum pengembangan usaha untuk melakukan inovasi produk. Dengan dukungan kapasitas yang semakin kuat, Ras Farm mulai mengolah susu kambing menjadi produk susu bubuk, sehingga memiliki daya simpan lebih lama sekaligus membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas.
Langkah pengembangan ini kemudian diperkuat melalui diversifikasi produk. Ras Farm menghadirkan berbagai varian rasa seperti stroberi, melon, jahe, hingga moka, yang disesuaikan dengan preferensi konsumen masa kini, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk di pasar.
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, Ras Farm juga berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar. Dwi secara aktif melibatkan warga dalam proses produksi, termasuk memberikan pelatihan memerah susu kambing, sehingga membuka peluang ekonomi baru di lingkungan setempat.