JAKARTA - Berapa modal biaya membuka franchise SPBU Shell? Ini kisaran duit yang harus disiapkan. Shell membuka program kemitraan dealer bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ada tiga sumber pendapatan sebagai mitra SPBU Shell, yaitu bahan bakar Shell, penjualan oli dan non-fuels retail (NFR).
Melansir laman resmi Shell, Jakarta, Senin (20/4/2026), Shell menawarkan keuntungan yang kompetitif, yang akan menjadi sumber pendapatan utama bagi mitra SPBU Shell ketika memiliki bisnis SPBU. Margin bahan bakar akan berbeda, tergantung tipe produk bahan bakar yang dijual.
Dengan menjadi mitra SPBU Shell, Anda juga dapat menikmati dan memiliki akses ke oli berkualitas dari Shell yang diproduksi dengan bahan dasar gas alam dan melindungi pemakaian mesin dari korosi.
Selain itu, di bawah merek Shell, mitra SPBU Shell berkesempatan mendapatkan sumber pendapatan tambahan di luar penjualan bahan bakar dan oli. Setiap meter tanah yang dimiliki dapat menjadi sumber pendapatan bagi mitra SPBU Shell.
Saat ini Shell membuka kesempatan kepada Anda untuk membuka bisnis SPBU Shell dan bergabung menjadi mitra SPBU Shell di berbagai lokasi, seperti DKI Jakarta & Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur
- Mitra memiliki badan usaha dalam bentuk PT (Perseroan Terbatas)
- Memiliki plot tanah di lokasi strategis dengan luas minimal 1.000 m2 dengan lebar muka depan 25 m
- Bersedia mengikuti dan mematuhi standar operasional yang tercantum di RSA
Lalu berapa modal biaya membuka franchise SPBU Shell? Berikut ulasannya seperti dirangkum Okezone.
Dalam proyeksi investasi yang dilampirkan Shell terdapat dua model investasi dengan biaya yang berbeda yakni model konvesional dan model modular container.
Model konvensional diperkirakan investasi awal sebesar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar dengan estimasi omzet per hari 10.000-12.000 liter untuk 400-600 kendaraan. Estimasi breakeven point (BEP) atau balik modal 4-6 tahun.
Sementara, untuk model modular container investasi awal senilai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar dengan estimasi omzet 4.000-6.000 liter untuk 150-250 kendaraan. Adapun, estimasi balik modal 4-6 tahun.
(Dani Jumadil Akhir)