JAKARTA - Indonesia memamerkan hasil riset mengenai pengembangan aturan sistem Single Point Mooring (SPM) pada fasilitas minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. Sistem ini memiliki peranan krusial untuk mencegah tumpahan minyak dan menjamin keselamatan industri migas.
Offshore Engineer Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, mengatakan industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Untuk itu, dibutuhkan sistem yang memiliki peranan krusial.
"Sistem SPM memegang peranan krusial sebagai titik penghubung dalam proses pemuatan (loading) dan pembongkaran (offloading) minyak dari fasilitas lepas pantai ke kapal tanker," katanya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa riset ini sangat mendesak karena berfokus pada mitigasi risiko kegagalan sistem yang dapat berdampak fatal bagi lingkungan dan operasional.
"Fokus utama kami adalah meningkatkan kepastian keselamatan aset. Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga berisiko menyebabkan tumpahan minyak yang dapat merusak ekosistem laut secara masif. Melalui riset ini, kami memberikan masukan teknis untuk memperkuat aturan klasifikasi pada fasilitas yang sudah eksis agar tetap aman digunakan," ujar Hafizh.