Selain itu, penyelesaian proyek Salak Binary dan retrofit Salak turut menambah kapasitas sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Dari sisi eksplorasi, pengeboran di prospek Hamiding pada akhir 2025 berhasil mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, memperkuat pipeline pengembangan jangka menengah.
Dengan pipeline tersebut, total kapasitas panas bumi BREN diproyeksikan melampaui 1 gigawatt (GW), ditambah sekitar 79 MW kapasitas tenaga bayu. Pencapaian ini akan semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia, sekaligus mempertegas perannya dalam mendukung transisi energi nasional.
Hendra menambahkan bahwa kombinasi antara pertumbuhan kapasitas, disiplin keuangan, dan keandalan operasional menjadi fondasi utama Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang,
“Kami akan terus melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami, seiring dengan upaya mendukung transisi energi dan target net-zero emissions Indonesia,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)