BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen pada Maret 2026

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 22 April 2026 18:36 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Maret 2026 mencapai 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di level 9,37 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh geliat di seluruh kelompok penggunaan, terutama pada sektor investasi yang mencatatkan lonjakan signifikan.

"Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37 persen (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85 persen (yoy), 4,38 persen (yoy), dan 5,88 persen (yoy)," jelas Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Melihat dinamika pasar saat ini, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga di kisaran 8-12 persen. 

Perry optimistis pemanfaatan pembiayaan masih bisa dipacu lebih dalam, mengingat tersedianya plafon pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) dalam jumlah yang masif.

"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan, terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59 persen dari plafon kredit yang tersedia," tambah Perry.

Dari sisi penawaran, kemampuan perbankan untuk menyalurkan kredit dinilai masih sangat memadai. Hal ini didukung oleh likuiditas yang kuat, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85 persen serta pertumbuhan DPK yang mencapai 13,55 persen (yoy).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya