Pemerintah Targetkan 30 Ribu Kopdes Beroperasi Pertengahan 2026

Taufik Fajar, Jurnalis
Rabu 22 April 2026 20:01 WIB
Kopdes Merah Putih (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah menargetkan 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap beroperasi pada pertengahan 2026. Sebab, pemerintah telah menetapkan koperasi desa sebagai program strategis nasional yang ditargetkan memberi dampak langsung bagi masyarakat mulai 2027.

Penegasan tersebut mengemuka saat Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), La Ode Ahmad Pidana Bolombo.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang memimpin rapat menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat guna mempercepat operasionalisasi KDKMP di seluruh Indonesia. Saat ini, kata dia, terdapat 35.408 titik lahan siap bangun, 25.625 titik dalam tahap pembangunan, serta 5.714 titik KDKMP yang telah selesai dibangun.

“Ini (KDKMP) program unggulan, program yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ini memang harus kita tuntaskan tahun ini, agar dampaknya kopdes bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya saat Rakortas dikutip Rabu (22/4/2026).

Dalam pembahasan, pemerintah menegaskan bahwa KDKMP menjadi salah satu program prioritas yang harus rampung pada 2026 dengan cakupan hingga 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Percepatan implementasi pun menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat.

Berdasarkan data per 20 April 2026, jumlah KDKMP yang telah terbentuk mencapai 83.372 unit dengan total anggota lebih dari 2,2 juta orang. Dari sisi pembangunan fisik, tercatat 35.408 titik lahan siap, 25.625 titik dalam proses pembangunan, dan 5.714 titik telah rampung. Pemerintah menargetkan sekitar 30.000 unit koperasi sudah siap beroperasi pada Juni–Juli 2026.

Namun demikian, Rakortas juga menyoroti sejumlah kendala, terutama belum optimalnya operasional koperasi akibat keterbatasan sarana pendukung seperti kendaraan operasional dan peralatan. Persoalan ini dinilai sebagai hambatan teknis yang harus segera diselesaikan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya