IHSG Lanjut Terkoreksi ke 7.344 di Awal Perdagangan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 09:44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada awal perdagangan hari ini. IHSG turun ke level 7.378.

Hingga pukul 09.10 WIB, Jumat (24/4/2026), indeks tercatat kembali tertekan dan berada di level 7.344,28 atau turun 34,33 poin atau 0,47 persen dari penutupan sebelumnya di 7.378,61. Sepuluh menit pertama perdagangan, indeks sempat menyentuh titik terendah di 7.313,36 sebelum sedikit menguat kembali. Total kapitalisasi pasar tercatat Rp13.144 triliun dengan nilai transaksi Rp2,99 triliun dan frekuensi 318,9 ribu kali.

Dari sisi breadth pasar, tekanan jual terlihat jelas. Saham yang turun mencapai 392, jauh melampaui yang naik sebanyak 193, sementara 374 saham tidak bergerak. Kondisi ini dipengaruhi oleh aksi jual investor asing pada penutupan perdagangan sebelumnya yang mencatatkan net sell sekitar Rp979 miliar, dengan total jual asing Rp6,36 triliun berbanding beli Rp5,38 triliun. Investor domestik masih mencatatkan net buy tipis dengan beli Rp15,09 triliun dan jual Rp14,11 triliun, namun belum cukup menahan laju pelemahan.

Hampir seluruh sektor kompak melemah. Sektor keuangan menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,91 persen, diikuti sektor barang primer turun 0,63 persen, properti 0,55 persen, teknologi 0,47 persen, kesehatan 0,36 persen, transportasi 0,35 persen, barang non-primer 0,28 persen, barang baku 0,24 persen, dan infrastruktur 0,40 persen. Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yaitu energi naik 0,21 persen dan perindustrian naik 0,16 persen.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham individual justru melonjak tajam. HYGN (Ecocare Indo Pasifik) memimpin top gainers dengan kenaikan 26,03 persen ke harga 184, disusul BRNA (Berlina Tbk) naik 24,41 persen ke 790, XCIS (Ciptadana Asset Management) naik 20,51 persen ke 94, PRAY (Famon Awal Bros Sedaya) naik 19,05 persen ke 875, dan CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada) naik 18,71 persen ke 2.030.

Di sisi lain, top losers dipimpin HOPE (Harapan Duta Pertiwi) yang anjlok 14,93 persen ke 228, diikuti KOBX (Kobexindo Tractors) turun 14,63 persen ke 210, DEFI (Danasupra Erapacific) turun 14,57 persen ke 170, MAXI (Maxindo Karya Anugerah) turun 14,08 persen ke 61, dan LPPF (Matahari Department Store) turun 13,66 persen ke 1.675.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya