Di sisi lain, Menko Airlangga menekankan pentingnya basis investor domestik dalam menjaga resiliensi pasar modal Indonesia terhadap volatilitas global.
Menurutnya, keberadaan Program PINTAR yang mengadopsi praktik Systematic Investment Plan (SIP) akan memberikan aliran dana yang stabil dan mampu meredam guncangan pasar.
Di sisi sektor riil, Airlangga memaparkan kinerja investasi triwulan pertama 2026 yang mencapai Rp498,79 triliun, tumbuh 7,22 persen, serta menyerap 706.000 tenaga kerja.
“Dan kemudian tentu kebutuhan pembiayaan akan meningkat di tahun 2026 ini menjadi Rp7.400 triliun dan akan meningkat menjadi Rp9.200 triliun di tahun 2029,” tambah Airlangga.
Dengan kebutuhan pembiayaan yang diproyeksikan melonjak hingga Rp9.200 triliun pada 2029, penguatan pasar modal melalui inklusivitas investor lokal dinilai menjadi kunci utama untuk mendukung ekspansi ekonomi nasional menuju target indeks yang ambisius tersebut.
(Feby Novalius)