JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa. Proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap.
Sementara, Prabowo memerintahkan kampus-kampus hingga para dosen turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa tersebut. Hal ini mengemuka saat Prabowo memanggil para menteri membahas giant sea wall di rapat terbatas, Senin 20 April 2026.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Prabowo percepat pembangunan giant sea wall, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Wamen Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan rapat tersebut mendalami rencana-rencana pembangunan. Proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.
“Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,” kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan. "Belum, belum," ucap dia saat ditanya terkait keputusan terbaru.
Didit menjelaskan, proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.
"Pantura dulu (prioritas pembangunan)," ujarnya.
Dia menambahkan, waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.