Dia menambahkan, melalui keanggotaan di KDKMP, penerima bansos dapat didorong menjadi pelaku ekonomi. Sementara keterlibatan keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai pekerja di KDKMP juga membuka lapangan kerja baru. Dengan langkah tersebut, bansos diharapkan menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi.
Menurut Gus Ipul, jika satu KDKMP menyerap 17 tenaga kerja, maka 10 ribu koperasi berpotensi menyerap 170 ribu tenaga kerja. Artinya, sebanyak 170 ribu KPM atau masyarakat miskin berpeluang mandiri dan melakukan graduasi dari bantuan sosial.
“Itu kalau 10 ribu, padahal ini akan 50 ribu, (hingga) 80 ribu. Istimewa banget, tinggal mengalikan saja. Ini adalah massif job creation berbasis desa, luar biasa,” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa menyatakan KDKMP dibangun oleh negara untuk rakyat guna meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, koperasi ini tidak akan membebani masyarakat.
“Seluruh warga negara tidak perlu membayar iuran dan tidak perlu membuat simpan-pinjam yang harus setiap bulan dipotong atau ditaruh di gerai-gerai. Tetapi negara yang menyediakan, menyuplai, dan rakyat tinggal mengelola bersama-sama dengan Agrinas,” jelas Joao.
(Dani Jumadil Akhir)