Perkuat Bisnis Tambang Batu Bara, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatera dan Kalimantan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 30 April 2026 16:03 WIB
Perkuat Bisnis Tambang Batu Bara, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatera dan Kalimantan (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) memperkuat ekspansi strategis di sektor pertambangan. Sepanjang 2025, ABMM telah merealisasikan sejumlah langkah strategis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, termasuk pengembangan dan ekspansi usaha pertambangan di Sumatera dan Kalimantan. 

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025,” kata Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara di Jakarta, Kamis (29/4/2026).

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), melalui anak usahanya PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (NDHP), mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024. Langkah strategis ini bertujuan menambah kapasitas produksi batu bara dan memperkuat portofolio tambang di Sumatera. 

Tambang yang berlokasi di Meulaboh, Aceh Barat, ini memiliki potensi cadangan batu bara sebesar 31 juta ton dengan kalori 3.000-3.100 kcal/kg. Bisnis baru tersebut siap memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio produksi ABMM di masa depan. 

NCN sukses melaksanakan first sales pada Februari 2026. Dengan total luas area 3.198 hektare (ha) dan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton (kalori 3.000-3.100 kcal/kg), NCN siap menjadi salah satu motor penggerak stabilitas pasokan energi. 

Selain NCN, Reswara juga mengakuisisi Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025. Tambang batu bara yang terletak di Kapuas, Kalimantan Tengah, tersebut memiliki luas konsesi 4.800 ha. Dengan target operasi komersial pada akhir 2026, PJU diharapkan menambah cadangan batu bara berkualitas tinggi dengan kalori 4.800-5.100 kcal/kg.

“Untuk mengantisipasi kebutuhan pasar Asia yang terus berkembang, ABMM tengah mempersiapkan operasionalisasi PJU. Dengan potensi sumber daya sebesar 83,4 juta ton dan cadangan 34 juta ton, PJU ditargetkan untuk memulai operasi komersial pada akhir 2026 dan diproyeksikan menjadi aset bernilai tinggi dalam ekosistem grup perusahaan,” katanya.

Di tengah tantangan eksternal sepanjang 2025, keberhasilan ABMM dalam melakukan efisiensi operasional memungkinkan perusahaan menjaga kinerja operasional dengan volume overburden removal mencapai 235,5 juta BCM.

 “Pencapaian ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan sumber daya di tengah kondisi pasar yang menantang untuk tetap memenuhi kebutuhan pelanggan,” lanjut Andi.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya