Kiki juga mengatakan soal perekonomian Amerika Serikat diprediksi akan mengalami pelemahan pada kuartal I-2026, dengan proyeksi pertumbuhan yang terkoreksi akibat tekanan inflasi yang persisten. Juga, ekonomi China dilaporkan tetap tumbuh sesuai dengan target yang ditetapkan, yakni mencapai angka 5,0 persen pada periode yang sama.
Sementara untuk kondisi di dalam negeri, Kiki menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terpantau sangat solid di level 5,61 persen. Ia menekankan bahwa performa ekonomi yang kuat tersebut didorong oleh kontribusi yang signifikan dari konsumsi rumah tangga serta realisasi belanja pemerintah.
Kendati demikian, OJK turut mewaspadai tren global karena sudah berdampak pada pelemahan IHSG senilai 19,55 persen sepanjang periode Januari hingga April 2026. Lagi-lagi, faktor eksternal semacam ketidakpasatian global disebut-sebut menjadi pemantik pelemahan pasar keuangan dunia, yang turut merambat ke IHSG.
Sejauh ini, otoritas bersama BEI dan KSEI telah menyelesaikan empat dari delapan inisiatif dalam agenda reformasi pasar modal. Upaya strategis ini dilakoni demi memperkokoh integritas pasar seraya meningkatkan daya saing pasar saham Indonesia di mata global, tak terkecuali bagi para investor internasional dan penyedia indeks seperti MSCI.
(Dani Jumadil Akhir)