Luky Alfirman merupakan pejabat tinggi di Kementerian Keuangan. Pada 2012, ia menjabat Kepala Bidang Analisis Fiskal di Badan Kebijakan Fiskal.
Kemudian pada 2017, ia naik jabatan menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko hingga 2021. Selanjutnya, ia menjabat Direktur Jenderal di Direktorat Jenderal Keuangan pada 2022 hingga 2024, dan terakhir menjadi Direktur Jenderal Anggaran sebelum akhirnya dicopot oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), berikut kekayaan Luky Alfirman:
A. Tanah dan Bangunan: Rp13.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 270 m²/225 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp4.500.000.000
Tanah dan bangunan seluas 207 m²/113 m² di Bandung, hasil sendiri: Rp3.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 846 m²/300 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp5.500.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp550.000.000