JAKARTA - Segini kekayaan Luky Alfirman, mantan Dirjen Anggaran yang dicopot Purbaya terkait isu anggaran motor listrik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mencopot Luky Alfirman sebagai Direktur Jenderal Anggaran per Selasa, 21 April 2026.
Namun, kabar terbaru menyebut pencopotan tersebut diduga merupakan imbas temuan “kebobolan” anggaran pengadaan motor untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian pencopotan tersebut, Purbaya tidak membantah secara gamblang dan menyebut akan ada proses pelantikan pada esok hari.
“Kan besok dilantik,” jawab Purbaya singkat kepada awak media saat ditemui di kantornya.
Purbaya juga memberikan klarifikasi mengenai jenis kendaraan yang menjadi persoalan. Ia meluruskan bahwa unit yang dimaksud bukan motor listrik, melainkan kendaraan operasional untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“Motor bukan motor listrik, motor MBG,” lanjutnya.
Saat ditanya pejabat mana yang meloloskan anggaran motor MBG tersebut, Purbaya meminta awak media untuk menebak sendiri.
“(Pak Luky?) Mungkin, Anda tebak saja sendiri,” ungkap Purbaya.
Persoalan ini berakar dari dicopotnya salah satu pejabat tinggi, yakni Dirjen Anggaran Luky Alfirman.
Luky disinyalir memiliki peran dalam lolosnya anggaran pengadaan motor sebanyak 25.000 unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya sebelumnya mengaku Kementerian Keuangan “kebobolan” karena pengadaan motor tersebut awalnya sudah ditolak secara resmi. Namun, anggaran tersebut tetap lolos melalui celah teknis pada perangkat lunak (software) milik Direktorat Jenderal Anggaran.
Luky Alfirman merupakan pejabat tinggi di Kementerian Keuangan. Pada 2012, ia menjabat Kepala Bidang Analisis Fiskal di Badan Kebijakan Fiskal.
Kemudian pada 2017, ia naik jabatan menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko hingga 2021. Selanjutnya, ia menjabat Direktur Jenderal di Direktorat Jenderal Keuangan pada 2022 hingga 2024, dan terakhir menjadi Direktur Jenderal Anggaran sebelum akhirnya dicopot oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), berikut kekayaan Luky Alfirman:
A. Tanah dan Bangunan: Rp13.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 270 m²/225 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp4.500.000.000
Tanah dan bangunan seluas 207 m²/113 m² di Bandung, hasil sendiri: Rp3.000.000.000
Tanah dan bangunan seluas 846 m²/300 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp5.500.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp550.000.000
Honda Jazz minibus tahun 2012, hasil sendiri: Rp60.000.000
Honda Accord tahun 2013, hasil sendiri: Rp150.000.000
Toyota Avanza tahun 2023, hasil sendiri: Rp210.000.000
Honda City tahun 2014, hasil sendiri: Rp130.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp205.000.000
D. Surat Berharga: Rp15.034.806.720
E. Kas dan Setara Kas: Rp23.099.474.305
F. Harta Lainnya: Rp938.647.544
Sub total: Rp52.827.928.569
Hutang: Rp0
Total harta kekayaan: Rp52.827.928.569
(Feby Novalius)