Ia juga menilai transparansi menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk mengikuti jejak sukses India. Dalam hal ini, peran OJK dan SRO (BEI, KPEI, KSEI) dinilai penting dalam memperketat pengawasan terhadap struktur kepemilikan dan transaksi pihak afiliasi guna memastikan pasar yang lebih adil.
“Upaya SRO dalam mendorong keterbukaan informasi yang lebih real-time serta langkah tegas OJK dalam mereformasi perlindungan investor minoritas akan menjadi sinyal positif bagi lembaga pemeringkat global seperti MSCI,” ujarnya.
Ia menambahkan, India berhasil pulih dan menjadi salah satu pasar berkembang yang menarik dengan menyelaraskan batas kepemilikan asing serta memperkuat basis investor domestik melalui digitalisasi investasi yang masif. Langkah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa periode penyesuaian indeks dapat menjadi momentum “pembersihan” untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel.
“Bagi investor Indonesia, inilah saatnya melakukan evaluasi portofolio secara objektif, karena pasar yang mampu berbenah pasca-koreksi teknikal sering kali menghasilkan pertumbuhan yang lebih tangguh dalam jangka panjang. Pengumuman MSCI ini bisa menjadi titik koreksi sebelum IHSG kembali bergerak mengikuti fundamental perusahaan,” ujarnya.
(Feby Novalius)