Gas Elpiji Langka, SPPG Setop Operasional 3 Hari Lebih

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 13 Mei 2026 21:52 WIB
SPPG (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Buntut dari kesulitan mendapatkan pasokan gas elpiji tabung 12 kilogram, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menyetop aktivitas mereka untuk sementara waktu.

Penyetopan kegiatan ini tidak terjadi serentak, melainkan berangsur-angsur sejak tanggal 8 Mei 2026. Imbasnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah kawasan, mulai dari Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, sampai dengan Kabupaten Sumba Barat menjadi terhambat.

"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT. Penghentian berlangsung bertahap sejak 8 Mei 2026," ungkap Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha di Jakarta, pada hari Rabu (13/5/2026).

Lebih lanjut, Dadang memaparkan bahwa Kabupaten Manggarai menjadi daerah pertama yang mengalami penundaan operasional tersebut pada 8 Mei 2026. Minimnya stok bahan bakar gas membuat berbagai SPPG di wilayah tersebut tidak sanggup meneruskan proses pembuatan makanan.

Memasuki tanggal 11 sampai 12 Mei 2026, situasi penghentian layanan ini makin merembet ke berbagai titik lainnya di NTT. Beberapa kawasan yang ikut terdampak mencakup Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, serta Kabupaten Sumba Barat.

Tersendatnya ketersediaan gas ini secara otomatis mengganggu jalannya penyiapan hidangan gizi. Pasalnya, mayoritas fasilitas SPPG memang mengandalkan elpiji berukuran 12 kg sebagai bahan bakar utama untuk menopang rutinitas memasak mereka setiap harinya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya