Atas dasar itu, Raja Juli mendorong diversifikasi produk kehutanan Indonesia di pasar Amerika Serikat agar tidak hanya bergantung pada plywood dan jenis kayu dipterokarpa.
Juli menyebut Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai spesies kayu yang dapat mendukung industri konstruksi, furnitur, hingga recreational vehicle (RV) di Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat terus berkembang, termasuk di sektor kehutanan yang menjadi salah satu penopang penting kerja sama ekonomi kedua negara.
Dia menekankan bahwa Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemasok produk kehutanan yang legal dan berkelanjutan. Indonesia juga menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan sistem legalitas kayu nasional wajib melalui SVLK+.
Lebih lanjut, Indroyono mengatakan permintaan pasar Amerika Serikat terhadap produk yang kompetitif, transparan, dan memiliki rantai pasok berkelanjutan terus meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi produsen Indonesia untuk memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.