“Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menguraikan bahwa intervensi di pasar obligasi dirancang untuk menjaga harga Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak tertekan. Dengan stabilitas harga yang terjaga, para pengelola dana asing diharapkan tidak melakukan aksi jual panik akibat kekhawatiran mengalami kerugian aset (capital loss).
Pemerintah meyakini, pulihnya stabilitas di sektor pasar obligasi secara otomatis akan memberikan dampak positif yang menjalar ke sektor moneter, terutama dalam menahan laju depresiasi rupiah terhadap dolar AS.
“Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” pungkas Purbaya.
(Feby Novalius)