Rupiah Anjlok ke Rp17.667, Purbaya: Fondasi Ekonomi Bagus, Itu Sentimen Jangka Pendek

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 18 Mei 2026 15:31 WIB
Pemerintah memastikan gejolak yang terjadi di pasar keuangan, termasuk merosotnya nilai tukar rupiah ke Rp17.667. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Pemerintah memastikan gejolak yang terjadi di pasar keuangan, termasuk merosotnya nilai tukar rupiah ke Rp17.667 dan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merupakan imbas sentimen pasar jangka pendek.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai indikator fundamental ekonomi Indonesia secara struktural masih berada dalam kondisi yang sehat. Atas dasar itu, pemerintah optimistis volatilitas pasar keuangan dapat segera diredam dan dikendalikan dengan baik.

“Nggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek,” ujar Purbaya kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa prioritas utama kebijakan fiskal saat ini adalah membentengi stabilitas fundamental ekonomi dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial agar aktivitas ekonomi nasional tidak terganggu oleh guncangan pasar global maupun arus modal asing yang keluar (capital outflow).

Sebagai bentuk aksi nyata, pemerintah mulai melancarkan strategi stabilisasi di pasar obligasi negara. Langkah intervensi ini diambil guna meningkatkan kembali kepercayaan para pelaku pasar, khususnya investor asing yang memiliki porsi kepemilikan pada surat utang pemerintah.

“Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menguraikan bahwa intervensi di pasar obligasi dirancang untuk menjaga harga Surat Berharga Negara (SBN) agar tidak tertekan. Dengan stabilitas harga yang terjaga, para pengelola dana asing diharapkan tidak melakukan aksi jual panik akibat kekhawatiran mengalami kerugian aset (capital loss).

Pemerintah meyakini, pulihnya stabilitas di sektor pasar obligasi secara otomatis akan memberikan dampak positif yang menjalar ke sektor moneter, terutama dalam menahan laju depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

“Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” pungkas Purbaya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya