Di Hadapan Dasco, CEO Danantara Optimistis BEI Terus Bertumbu

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2026 14:13 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini. Di hadapan Dasco, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai investasi di pasar modal Indonesia masih menjanjikan untuk jangka panjang di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Rosan, investasi yang dilakukan Danantara di pasar modal merupakan investasi jangka panjang. Ia menilai saham-saham BUMN masih memiliki fundamental dan tingkat imbal hasil yang baik.

“Mungkin dalam hal ini yang ingin saya sampaikan bahwa kalau kita lihat, investasi di bursa bagi kami di Danantara adalah investasi jangka panjang,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

“Dan kalau kita lihat BUMN yang ada di bursa secara satu per satu, contohnya Himbara ataupun sektor mineral kita, yield-nya juga sangat baik, di atas 10-11%,” sambung Rosan.

Ia juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dalam melakukan berbagai pembenahan untuk memperkuat pasar modal Indonesia.

“Dan kemudian kalau kita lihat lagi, saya masih memberikan apresiasi kepada OJK dan juga bursa dengan beberapa alternative action dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih memiliki tata kelola yang baik, sekaligus memperdalam pasar modal kita,” katanya.

Rosan mengatakan proses pembenahan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia.

Ia pun mengatakan pendekatan investasi di pasar modal tidak bisa dilihat dalam jangka pendek.

“Ya, tetapi memang kalau kita lihat hari ini, besok, atau seminggu lagi, approach kita itu bukan harian. Approach kita bukan bulanan. Approach kita adalah jangka panjang,” kata Rosan.

Menurut dia, pertumbuhan jumlah investor ritel menjadi indikator positif bahwa pasar modal Indonesia masih dipercaya masyarakat. Rosan menyebut jumlah investor pasar modal kini mencapai 26 juta hingga 27 juta investor atau naik dibandingkan tahun lalu yang sekitar 20 juta investor.

“Nah, tentunya logikanya peningkatan ini terjadi karena investor kita yakin bahwa bursa kita akan makin baik ke depannya dan menjanjikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator mengenai langkah memperkuat kepercayaan investor, baik investor global maupun investor ritel domestik.

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi di atas mengenai bagaimana kita meyakinkan dan menguatkan investor global yang masuk di bursa maupun yang sedang berinvestasi di bursa,” kata Dasco.

Ia kemudian menyinggung pertumbuhan investor ritel yang dinilai terus meningkat di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

“Tetapi kami juga banyak berdiskusi mengenai bagaimana investor ritel yang ada terus tumbuh dan berkembang. Kami juga mendengarkan paparan dari pengelola bursa mengenai bagaimana mereka terus menyempurnakan regulasi-regulasi yang dapat meyakinkan sekaligus membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujarnya.

Menurut Dasco, penguatan fundamental pasar modal Indonesia akan membuat bursa semakin kuat ke depan.

“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau ritel terus bertambah dan itu kemudian, dengan fundamental yang ada, membuat kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat. Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini,” katanya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya