Rosan mengatakan proses pembenahan tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia.
Ia pun mengatakan pendekatan investasi di pasar modal tidak bisa dilihat dalam jangka pendek.
“Ya, tetapi memang kalau kita lihat hari ini, besok, atau seminggu lagi, approach kita itu bukan harian. Approach kita bukan bulanan. Approach kita adalah jangka panjang,” kata Rosan.
Menurut dia, pertumbuhan jumlah investor ritel menjadi indikator positif bahwa pasar modal Indonesia masih dipercaya masyarakat. Rosan menyebut jumlah investor pasar modal kini mencapai 26 juta hingga 27 juta investor atau naik dibandingkan tahun lalu yang sekitar 20 juta investor.
“Nah, tentunya logikanya peningkatan ini terjadi karena investor kita yakin bahwa bursa kita akan makin baik ke depannya dan menjanjikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator mengenai langkah memperkuat kepercayaan investor, baik investor global maupun investor ritel domestik.