Simbol Ketahanan Energi dan AI di Industri Migas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 21 Mei 2026 11:06 WIB
Simbol Ketahanan Energi dan AI di Industri Migas (Foto: Dokumentasi Medco)
Share :

JAKARTA - Di ruang kendali industri minyak dan gas bumi (migas) modern, suara mesin bor kini mulai berdampingan dengan algoritma kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pertarungan menjaga ketahanan energi tidak lagi hanya berlangsung di sumur minyak, tetapi juga di pusat data dan sistem AI.

Dengan adopsi pengembangan teknologi termasuk AI dan machine learning (ML) di sektor migas, menunjukkan bagaimana simbol ketahanan energi tersebut dibentuk. Ya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menunjukkan bagaimana simbol ketahanan energi dibentuk dan mengembangkan AI di industri migas.

Pencapaian-pencapaian MedcoEnergi pada sepanjang 2025 di tiga bisnis pilar utama yakni oil and gas, clean power dan copper and gold mining tidak terlepas dari strategi digital lima tahun yang diterapkan perusahaan. Hal ini mengemuka dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA Convex 2026) di ICE BSD, Rabu 20 Mei 2026.

Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi menyinggung dua komponen penting mengenai pencapaian MedcoEnergi sepanjang 2025 dan target pada 2026, yaitu penggunaan teknologi termasuk AI dan sumber daya manusia (SDM). Medco mengkombinasikannya dan berhasil membentuk simbol ketahanan energi.

"Jadi, di Medco kita intens menggunakan teknologi. Yang kita lakukan adalah kita menerapkan IT strategy 5 tahun, kita konsisten bagaimana kita membawa teknologi. Medco 5 tahun yang lalu apa yang kita harapkan hari ini, yang kita lakukan adalah kita fokus mengapa AI dan ML solusi. Jadi, ini adalah investment yang kita lakukan di teknologi," ujar Iwan dalam sesi diskusi bertema “MedcoEnergi Today: Value, Focus, Growth.

Iwan juga menyinggung pentingnya peran SDM di MedcoEnergi dalam pencapaian sepanjang 2025. "Ini semuanya enggak akan bisa berhasil kalau kita tidak memiliki people. People is our asset, jadi investment yang kita lakukan harus butuh people," sambungnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya