Saat ini, MedcoEnergi menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan peningkatan produksi migas hingga 18%, pengembangan proyek gas strategis, ekspansi ketenagalistrikan, dan pertumbuhan energi terbarukan.
MedcoEnergi membukukan produksi migas sebesar 170 mboepd pada kuartal I-2026, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi Perseroan dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
“Produksi migas pada kuartal I-2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan.
Menurutnya, keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” kata Iwan.
Di Sumatra Selatan, pengembangan gas terus berlanjut. Corridor PSC berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70%, sementara Sakakemang PSC bergerak menuju FID pada kuartal III-2026 dengan produksi perdana ditargetkan 2027. Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini.
Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream Kuartal Kedua 2026. Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif di September 2026.
Di sektor ketenagalistrikan, Ijen Geothermal bersiap memasuki Phase 2 dengan penambahan 35 MW menuju kapasitas 70 MW. Ekspansi Batam IPP berproses menuju 300 MW, dan Sumbawa Solar PV 26 MWp yang saat ini berada dalam tahap pengkajian potensi ekspansi. Dengan energi terbarukan kini menyumbang 26% dari total kapasitas terpasang, Perseroan berada pada jalur menuju target 30% pada 2030.
MedcoEnergi menargetkan produksi 165-170 mboepd dan penjualan listrik 4.550 GWh pada 2026. "Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," tutup Iwan.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memercayai MedcoEnergi untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas Nawasena.
WK Nawasena mencakup area seluas sekitar 7.031 km² di daratan dan lepas pantai Provinsi Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MedcoEnergi bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery.
Nawasena berdekatan dengan wilayah kerja MedcoEnergi yang telah beroperasi, yaitu PSC Sampang dan PSC Madura Offshore, sehingga memungkinkan monetisasi sumber daya Nawasena dengan cepat melalui infrastruktur yang ada.
"MedcoEnergi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional," kata Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan.
(Dani Jumadil Akhir)