Simbol Ketahanan Energi dan AI di Industri Migas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 21 Mei 2026 11:06 WIB
Simbol Ketahanan Energi dan AI di Industri Migas (Foto: Dokumentasi Medco)
Share :

Strategi Medco Kembangkan AI

MedcoEnergi saat ini menjalankan strategi digital lima tahun dengan empat pilar utama di antaranya, memperkuat fondasi digital, membangun model operasi digital, mendorong transformasi bisnis dan memperkuat keamanan siber.  

MedcoEnergi juga mengadopsi teknologi AI dan machine learning (ML). Ada tiga fokus dari penerapan ini yaitu, membangun infrastruktur data yang aman sebagai landasan bagi AI dan machine learning untuk berjalan

Kemudian, menggunakan AI/ML untuk memecahkan masalah bisnis berdampak tinggi yang mendorong efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan. Ketiga, berinvestasi dalam kemampuan karyawan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan kolaborasi dalam AI/ML.

"Adopsi AI dan machine learning bukan hanya inisiatif teknologi tetapi perjalanan transformasi bisnis yang menciptakan nilai dan mempersiapkan organisasi untuk masa depan," jelas Iwan.

Penggunaan AI di Migas

Di sisi lain, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai penggunaan AI di industri migas merupakan langkah yang tidak terelakkan di tengah persaingan dan tantangan sektor energi global. Menurutnya, industri migas sejak awal memang merupakan industri berbasis teknologi tinggi, mulai dari survei geologis, survei ekonomi hingga proses eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi.

“Kalau sekarang berkembang AI, maka teknologi yang digunakan bisa disinkronkan untuk eksplorasi sehingga produksinya bisa lebih tinggi,” ujar Fahmy kepada Okezone.

Dia menjelaskan, pemanfaatan AI dapat membantu perusahaan migas membaca data geologi lebih cepat, meningkatkan akurasi eksplorasi, hingga memperbesar potensi produksi energi. Karena itu, langkah MedcoEnergi yang mulai mengintegrasikan AI dan machine learning (ML) dalam operasional bisnis dinilai sebagai keputusan strategis dan progresif.

“Sangat positif. Saya perkirakan akan meningkatkan produktivitas khususnya dalam hal produksinya. Bisa lebih besar dibanding sebelum menggunakan AI,” katanya.

Bagi Fahmy, transformasi digital di sektor migas bukan lagi pilihan, melainkan tuntutan zaman. Perusahaan energi yang lambat beradaptasi berpotensi tertinggal dalam persaingan industri global. Dia meyakini langkah MedcoEnergi juga akan memicu perusahaan migas lain untuk mengikuti jejak serupa.

“Karena mereka harus bersaing. Barangkali dengan menggunakan AI dia akan lebih produktif,” ujarnya.

Lebih jauh, Fahmy menilai penerapan AI berpotensi mendukung agenda besar swasembada energi nasional. Dengan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, produksi migas dalam negeri dapat lebih optimal sehingga mengurangi ketergantungan impor energi.

“Kalau itu mendukung ketahanan energi dan swasembada energi, saya kira masuk akal juga bisa,” katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya