JAKARTA – Salah satu pelaku industri Food and Beverage (F&B) melirik pasar modal sebagai langkah ekspansi jangka panjang, termasuk rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Rencana ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada bisnis kuliner dan ruang sosial.
Komisaris Utama Babylon Garden Affair, Rangga Titiswara, menjelaskan bahwa rencana go public menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas kepemilikan dan meningkatkan transparansi bisnis.
“Ke depan kami membuka kemungkinan untuk go public. Karena itu, laporan keuangan harus rapi dan tata kelola harus diperkuat,” kata Rangga, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, bisnis F&B yang dijalankan tidak hanya berfokus pada produk makanan dan minuman, tetapi juga pada layanan dan pengalaman pelanggan.
“Bisnis F&B itu bisnis jasa. Prinsipnya melayani, jadi kami ingin memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui restoran ini,” ujarnya.