“Nah, kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5%, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya. Dan dari situ sebetulnya kita belajar bagaimana mengantisipasi dan apa yang diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan,” ujar dia.
Presiden, kata Airlangga, telah memerintahkan untuk memperkuat kondisi sistem keuangan dan perbankan. Menurutnya, kondisi permodalan di perbankan masih perlu diperkuat.
“Dan tentu Bapak Presiden meminta kami beserta Menteri Keuangan untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prinsip kehati-hatian (prudential) dari perbankan kita. Kita memang jumlah perbankan banyak, dan mungkin kita perlu kaji bagaimana permodalannya untuk diperkuat,” jelas dia.
(Feby Novalius)