JAKARTA - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Tanah Air terus dikebut menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Salah satunya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Cirebon yang hingga Mei 2026 progres pembangunannya telah mencapai 40,243 persen dengan realisasi terhadap kurva S sebesar 12,865 persen.
Komisaris Independen Brantas Abipraya, Santoso, mengatakan pembangunan SR yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bertujuan mengatasi ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang masih dialami siswa dari keluarga kurang mampu. Negara memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan mengubah kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.
Jika masyarakat dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui SR, maka capaian menuju Indonesia Emas 2045 akan semakin mudah diwujudkan. Peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menyongsong bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2035–2045, ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik gedung pendidikan, tetapi investasi besar negara untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kebangkitan bangsa hanya dapat terwujud apabila generasi mudanya memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Santoso, peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP), sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.