“Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju dengan dukungan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi sebagai anggota G20, serta posisi strategis Indonesia dalam politik global. Karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Program SR juga diyakini akan mendorong pemerataan pembangunan dan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Aktivitas perdagangan material bangunan akan menggeliat, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan mulai dari tahap pembangunan hingga operasional SR berjalan.
Selain itu, melalui kebijakan politik anggaran, Presiden Prabowo juga berkomitmen merealisasikan mandatory spending sektor pendidikan, tidak hanya dari sisi besaran anggaran, tetapi juga memastikan manfaatnya menjangkau lapisan masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
PT Brantas Abipraya menjadi salah satu perusahaan konstruksi yang membangun SR di sejumlah daerah bersama BUMN konstruksi dan perusahaan pembangunan infrastruktur lainnya. Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan serta memastikan proyek selesai tepat waktu.
“Kami sambut SR menjelang tahun ajaran baru 2026 ini, bertepatan dengan momentum 118 Tahun Kebangkitan Nasional,” pungkasnya.