JAKARTA - Deretan saham yang mengalami pelemahan paling tajam saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,35 persen pada pekan ini 18-22 Mei 2026. Saham-saham ini masuk penghuni top losers.
Bahkan tekanan aksi jual tersebut memicu penurunan harga sejumlah saham hingga mencapai 50 persen selama sepekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps menjadi penghuni jajaran top losers pada perdagangan pekan ini.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami koreksi yang cukup dalam selama sepekan hingga 53,49 persen. TPIA ditutup di level 2.000 pada pekan ini, lebih rendah dibanding pekan sebelumnya di level 4.300.
Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang belum lama diumumkan oleh Bursa, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) juga mengalami tekanan yang serupa. WBSA terkoreksi 50,20 persen dari level 1.265 menjadi 630 pada akhir sesi perdagangan pekan ini.
Hal serupa juga dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 47,34 persen dari level 1.035 pada pekan sebelumnya, menjadi 545 pada akhir penutupan perdagangan pekan ini.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami koreksi 47,34 persen sepanjang pekan ini. CUAN berakhir di level 515 pada perdagangan pekan ini, atau lebih rendah dari sebelumnya di posisi 850. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) juga mencatatkan penurunan harga saham sekitar 38,3 persen, dari level sebelumnya 765 menjadi 472.
Emiten lainnya juga turun sekitar 30 persen, seperti BANK terkoreksi 37,45 persen dari level 386 menjadi 304, MGNA melemah 37,14 persen dari level 140 ke level 88, RLCO tertekan 34,22 persen dari 4.500 menjadi 2.960, BUKK juga mengalami koreksi 33,78 persen dari level 1.110 menjadi 735, YPAS turun 32,39 persen dari level 880 menjadi 595.
(Dani Jumadil Akhir)