Sementara itu, Direktur Utama BWI Robani Hendra Permana mengatakan, pihaknya serius mengembangkan bisnis biomassa karena melihat besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu.
“Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani
Dari jumlah tersebut, kata dia, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun demikian, ia mengakui tantangan utama terletak pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan.
“Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan biomassa, BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bulan.
“Artinya kapasitas kami saat ini sekitar 3.000 ton per bulan. Kalau kontrak dengan PLN mencapai 6.000 ton, mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan bisa selesai,” ujar Robani
Saat ini, produksi BWI masih berada di kisaran 1.500 ton per bulan atau sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang. Namun, perusahaan siap meningkatkan produksi apabila kebutuhan pasokan biomassa bertambah.
Dia menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
“Produksi 1.000 sampai 1.500 ton saja sudah melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau nanti kapasitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” ujarnya.
Selain mendukung kebutuhan energi pembangkit, kerja sama ini juga berkontribusi pada penguatan ekonomi sirkular daerah, pemberdayaan masyarakat lokal, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu. Kolaborasi kedua pihak mencakup pengelolaan rantai pasok biomassa, optimalisasi fasilitas produksi, serta penerapan standar kualitas dan kuantitas melalui mekanisme pengujian yang transparan dan akuntabel guna menjaga performa operasional pembangkit.
(Dani Jumadil Akhir)