Purbaya Tepis Anggapan Ekonomi 5,61% Tak Sesuai Realitas, Klaim Pasar Masih Ramai

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 27 Mei 2026 10:04 WIB
Menkeu Purbaya menepis pandangan sejumlah pihak yang menyebut angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,61 persen hanyalah angka administratif. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis pandangan sejumlah pihak yang menyebut angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,61 persen hanyalah angka administratif yang tidak berpijak pada realitas lapangan. Menurutnya, capaian ekonomi pada kuartal pertama tahun ini merupakan hasil pengolahan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui berbagai indikator riil.

Purbaya menekankan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki metodologi yang ketat dalam menghimpun denyut ekonomi dari berbagai penjuru Indonesia. Angka pertumbuhan tersebut muncul dari hasil survei pengeluaran masyarakat yang dilakukan secara berkala dan sistematis.

Aspirasi publik mengenai ketidaksesuaian data dengan kondisi di akar rumput dianggap sebagai mispersepsi dalam membaca dinamika statistik nasional. Purbaya menegaskan bahwa data yang dirilis pemerintah merupakan representasi dari kompilasi fakta ekonomi yang dikumpulkan secara masif.

"Ya ada data, tapi kan itu berasal dari data-data. Itu kan BPS memang mengumpulkan data dari mana-mana kan. Kalau di kertas, ya di atas kertas. Kalau di atas kertas, saya tulis 10 (persen), selesai," ujar Purbaya selepas menunaikan ibadah salat Idul Adha di Masjid Salahuddin di kompleks Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak hanya bergantung pada satu sumber data tunggal. Pihaknya senantiasa melakukan prosedur pengecekan silang terhadap berbagai variabel penunjang lainnya guna memastikan angka Produk Domestik Bruto (PDB) sejalan dengan kondisi riil di pasar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya