Rupiah Hampir Rp17.900 per USD, Begini Respons Bank Indonesia

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 16:38 WIB
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kian tertekan hingga mendekati level Rp17.900. (Foto :Okezone.com)
Share :

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur,” imbuhnya.

Selain mengandalkan intervensi di pasar spot dan derivatif, BI juga terus memperkuat lini pertahanan melalui bauran kebijakan moneter (monetary policy mix).

Langkah tersebut dilakukan dengan mendesain struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-pasar (pro-market) guna mencegah terjadinya arus keluar modal asing (capital outflow) dan mempertahankan imbal hasil (yield) aset keuangan domestik agar tetap atraktif di mata investor global.

Dari sisi pengendalian permintaan, Bank Indonesia juga bergerak cepat membatasi aktivitas spekulasi valas di tingkat hilir.

“Dari sisi permintaan dolar AS, Bank Indonesia juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan yang akan berlaku mulai Juni 2026,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya