Breaking News! Rupiah Pagi Ini Melemah Tembus Rp18.025 per Dolar AS

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2026 09:29 WIB
Breaking News! Rupiah Pagi Ini Melemah Tembus Rp18.025 per Dolar AS (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin melemah. Pagi ini, Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi terendah sepanjang sejarah sejak krisis moneter 1998.

Mengutip data Bloomberg, Jakarta, Kamis (4/6/2026), Rupiah melemah 58,5 poin atau 0,33 persen ke level Rp18.025 per dolar AS.

Sekadar informasi, pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026), Rupiah turun 127,5 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Rupiah dipicu oleh maraknya sentimen negatif dan rumor yang tidak berdasar di pasar keuangan.

Salah satu rumor yang beredar adalah adanya instruksi dari dirinya agar perbankan nasional segera melakukan stress test (uji ketahanan) menghadapi skenario Rupiah di atas Rp18.000. Purbaya secara langsung membantah spekulasi tersebut.

"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," tegas Purbaya kemarin.

 

Menghadapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperkuat fondasi riil perekonomian domestik demi menyokong stabilitas mata uang dalam jangka panjang.

"Tapi kalau kita lihat, kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya Rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," jelasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya