Rupiah Tembus Rp18.000, Mendag Ungkap Peluang Ekspor RI

Rohman Wibowo, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2026 19:18 WIB
Mendag (Foto: Okezone)
Share :

Kerja sama perdagangan secara barter antara kedua negara ini dikatakan Budi sudah cukup serius. Perkembangan terakhir menunggu keabsahan kontrak kedua belah pihak.

"Sudah kami carikan buyer-nya, setelah bertemu, nanti tanggal, kita akan tanda tangan kontrak," ujar Budi yang enggan menjelaskan komoditas, nilai dagang dan mekanisme barter-nya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kumulatif periode Januari-April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan dengan pertumbuhan nilai ekspor 9,78 persen menjadi US$75,57 miliar.

BPS mencatat tiga negara pasar uta
ma ekspor nonmigas Indonesia, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 44,52 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026. Tiongkok masih menjadi pasar ekspor utama dengan nilai mencapai US$22,76 miliar (25,93 persen), diikuti oleh Amerika Serikat US$10,17 miliar (11,59 persen), dan India US$6,14 miliar (7,00 persen). 

Ekspor nonmigas ke Tiongkok pada periode Januari-April 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan).

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya