7 Fakta Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar AS 

Taufik Fajar, Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2026 10:15 WIB
Fakta Rupiah (Foto: Okezone)
Share :

"Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," tambahnya.

3. Indikator Awal

Ketika didesak mengenai batasan kisaran (range) asumsi yang digunakan pemerintah, Purbaya menerangkan bahwa indikator awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memang menggunakan asumsi makro rupiah di level Rp16.500 per dolar AS.

Namun, Kemenkeu telah menjalankan berbagai simulasi dan penyesuaian (adjustment) ketat untuk mengantisipasi gejolak ekonomi eksternal, termasuk dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia. 

4. Penjelasan Bank Indonesia 

Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Bank Indonesia (BI) menilai tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan pola kebutuhan likuiditas musiman di dalam negeri.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa pelemahan rupiah masih dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menekan prospek perdamaian. 

Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi serta meningkatkan risiko inflasi global dan arus keluar dana dari negara berkembang (emerging market).

“Selain itu, kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN),” ujarnya.

5. BI Pantau Pergerakan Pasar Secara Real Time

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia memastikan terus memantau pergerakan pasar secara real-time serta mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga volatilitas rupiah tetap berada dalam batas fundamentalnya.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya. Selain itu, kami juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk menjaga daya tarik aliran modal masuk ke aset domestik,” kata Destry. 

6. DPR Soroti Pelemahan Rupiah 

Pimpinan DPR RI menyoroti secara khusus terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per dolar AS per Kamis (4/6/2026).

"DPR merekomendasikan kepada pemerintah terutama Kementerian Keuangan ya untuk segera melakukan konsolidasi fiskal moneter dengan Bank Indonesia," kata Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal. 

7. Operasi Moneter

Apalagi, kata dia, selama ini Bank Indonesia dari tahun ke tahun kerap melakukan intervensi dengan melakukan operasi moneter ketika terjadi fluktuasi terhadap nilai tukar rupiah.

Menurutnya, operasi ini yang belum terlihat dilakukan oleh Bank Indonesia. Karena itu, DPR mendorong agar operasi moneter ini dilakukan segera mungkin.

"Nah, ini kita belum kelihatan. Kita mempertanyakan," ujarnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya