“Termasuk yang tadi saya sampaikan, itu juga bagian yang memengaruhi. Kemandirian kita secara ekonomi juga memengaruhi kekuatan mata uang kita,” ujarnya.
Selain itu, kata Prasetyo, ketergantungan terhadap impor di sejumlah sektor masih menjadi tantangan yang turut memengaruhi stabilitas nilai tukar. Karena itu, menurutnya, penguatan rupiah tidak dapat dilakukan melalui satu kebijakan saja.
“Ada beberapa yang masih ketergantungan impor, itu juga akan memengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kerja sama yang erat dinilai menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi nilai tukar rupiah.
“Nah, sehingga yang dibutuhkan sekarang tentu kerja sama, apalagi otoritas yang berkaitan dengan masalah ekonomi, baik moneter maupun fiskal,” pungkasnya.
(Feby Novalius)