Selain untuk mendukung program bansos, sistem data tunggal berbasis AI juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menilai teknologi tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai profil pelaku usaha sehingga kebijakan pembiayaan dan pendampingan dapat dirancang secara lebih akurat.
“Dan ini nanti dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut menilai Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar yang menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara terintegrasi. Dengan jumlah penduduk yang diperkirakan mendekati 300 juta jiwa dalam beberapa tahun mendatang, penerapan teknologi tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Baca Selengkapnya: Prabowo Siapkan Bansos Tunai, Tiap Rakyat Dapat Rp5,4 Juta!
(Feby Novalius)