Untuk mengatasi masalah operasional, Bahlil berencana menginisiasi pembentukan tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang untuk kebutuhan PLN. Langkah ini diambil usai ia mengonfirmasi adanya hambatan dalam rantai pasok batu bara kalori menengah ke pembangkit listrik PLN.
"Dibutuhkan kolaborasi kerja sama dan transparansi, termasuk harga ini semua dalam rangka pertanggungjawaban moral, karena apa? PLN itu kan disubsidi di hulu, di batu bara sama gas, gasnya kan dapat HGBT itu di hulunya, kemudian di hilirnya itu mendapat kompensasi dan subsidi," tutur Bahlil.
Di samping menjaga keandalan pasokan energi primer, fokus kementerian juga tertuju pada skema pembayaran subsidi dan dana kompensasi. Penataan ini bertujuan menjaga kesehatan neraca keuangan PLN agar tetap stabil di tengah pembengkakan belanja operasional atau operational expenditure (OPEX).
"Kalau cost lebih, itu nanti PLN mendapatkan 7 persen dari OPEX, jadi semakin tinggi OPEX-nya, itu semakin membebani keuangan negara. Nah dalam rangka bagaimana meminimalisasi OPEX-nya, maka negara harus hadir dengan dilakukan pengawasan yang profesional," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)